Binahong Si Misterius Kaya Khasiat



Binahong
Si Misterius Kaya Khasiat


Natural Healing Tue, 13 Nov 2007 15:01:00 WIB

Tumbuhan merambat ini misterius karena belum banyak literatur maupun penelitian ilmiah yang mengungkapkan khasiatnya. Namun, secara empiris, masyarakat memanfaatkannya untuk membantu proses penyembuhan beragam penyakit.

Ada cerita, dalam perang Vietnam beberapa dekade lalu, tentara Amerika terheran-heran, bagaimana bisa tentara Vietkong terlihat segar bugar meski sebelumnya terluka parah. Setelah ditelusuri, obat mujarab untuk menyembuhkan luka luar maupun dalam akibat tembakan maupun goresan senjata tajam adalah binahong.

Pengakuan serupa diungkapkan Umi, ibu rumah tangga yang baru saja melahirkan anak kedua melalui operasi caesar. Ia tahu binahong dari cerita teman yang memiliki pengalaman serupa.

"Aku minum kapsul binahong yang banyak dijual di toko obat Cina. Setelah minum tiga kapsul, luka bekas sayatan caesar mengering. Padahal, waktu anak pertama, luka operasi caesar lama keringnya," tuturnya.

Ramuan binahong, diyakini Umi, tidak hanya menyembuhkan luka dari dalam, tetapi juga membuat tubuhnya tetap bugar.

Hal serupa diungkapkan Andri (25 tahun). Andri selalu mengunyah tiga lembar daun binahong yang telah dicuci bersih setelah kerja lembur semalaman. "Pegal hilang, badan jadi segar lagi," ujarnya.

Hebatnya lagi, tidak perlu repot mencari tumbuhan binahong. Andri sengaja menanamnya, didalam pot di depan rumah. Dia juga memiliki koleksi tumbuhan obat seperti daun jinten, ginseng, handelen, dan sirih merah. Ibu-ibu dan remaja di lingkungannya biasa memasukkan daun binahong dan ginseng ketika merebus mi instan.

Belum Diteliti

Secara empiris beragam khasiat binahong telah diakui, tetapi tidak secara ilmiah. Meski tumbuhan ini cukup dikenal di negara Eropa maupun Amerika, para ahli di sana belum tertarik untuk mengurai materi kimia di dalamnya secara serius dan mendalam.

Namun, seperti diungkapkan dalam situs di luar negeri, tumbuhan yang juga dikenal dengan sebutan Madeira Vine ini dipercaya memiliki kandungan antioksidan tinggi dan antivirus. Kini tumbuhan ini masih diteliti meski dalam lingkup terbatas, seperti bagaimana efektivitasnya pada tikus percobaan.

Hasilnya cukup menjanjikan. Tikus yang disuntik ekstrak binahong memiliki tingkat daya tahan yang bagus. Indikatornya, agresivitas tikus dengan ekstrak binahong lebih bagus dibandingkan dan tidak mudah sakit.

Secara alami binahong atau Anredera Cordifolia seperti disebutkan dalam Wikipedia, merupakan jenis tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang kurang lebih lima meter. Berbatang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar.

Daunnya termasuk jenis tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5-10 cm, lebar 3-7 cm. Helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, dan aman untuk dikonsumsi.

Bunganya majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5-1 cm, berbau harum. Akarnya berbentuk rimpang, berdaging lunak.

Tanam Sendiri

Binahong lebih dikenal sebagai tanaman berkhasiat obat dari daratan Cina dengan nama asli Dheng San Chi. Maklum saja, kapsul serbuk binahong mudah didapatkan di toko obat Cina. Tumbuhan ini dikenal memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Cina, Korea, dan Taiwan.

Tumbuhan ini mudah diperlihara dan cocok dengan iklim tropis Indonesia. Permintaan yang tinggi akan kapsul binahong, mendorong beberapa pihak untuk memproduksinya. Saat ini, kapsul binahong bermunculan di pasaran dalam berbagai merek.

Untuk menghindari produk palsu yang tentu saja khasiat dan keamanannya tidak dapat dipertanggungjawabkan, konsumen hendaknya memperhatikan secara seksama kemasannya. Perhatikan ada tidaknya registrasi resmi dari Badan POM atau hologram khusus yang menandai keasliannya.

Jika masih bingung dan ragu, tak ada salahnya menanam sendiri sekaligus melengkapi koleksi tanaman obat Anda di rumah. Selain mudah ditanam, seluruh bagian tanaman binahong, mulai dari akar, batang, hingga daunnya, bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Contoh Ramuan

Beberapa contoh ramuan binahong yang dapat Anda coba, di antaranya:

• Cara paling mudah memanfaatkan binahong adalah dengan merebusnya atau sebagai campuran saat memasak mi instan dan dimakan langsung sebagai lalapan. Tentu saja, terlebih dulu binahong dicuci bersih di air yang mengalir.

• Daun, akar, dan batangnya digunakan sebagai obat. Dapat memulihkan stamina yang loyo, meningkatkan vitalitas pria, menyembuhkan luka luar dan dalam. Pemakaian dalam: umbi binahong dicuci bersih, direbus, saring airnya. Minum 2-3 kali sehari untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, tifus. Bisa juga akar dikeringkan, ditumbuk halus, masukkan ke dalam kapsul, lalu diminum 3 kali sehari.

• Pemakaian luar: daun dan batang ditumbuk halus lalu dioleskan pada bagian yang sakit. Efektif menyembuhkan memar, rematik, pegal linu, nyeri urat, dan menghaluskan kulit.

• Agar bekas operasi caesar cepat kering, ambil akar binahong yang batangnya merah sebanyak 15 gram. Setelah dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Saring dan minum selagi hangat. Anda bisa menambahkan sedikit sereh atau gula batu bila suka.

Sumber: Senior
Kunyit dan Temu Lawak Untuk Mencegah Flu Burung

Flu burung menjadi penyakit yang menakutkan bagi banyak orang. Banyak pihak mencari upaya mengatasi penyakit mematikan itu. Para peneliti pun seperti terpacu untuk menghasilkan obatnya.

Prof HM Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan alami, mengemukakan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain harus mengonsumsi makanan yang bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup, juga dapat ditunjang dengan mengonsumsi ramuan tumbuhan obat yang mempunyai efek imunostimulan (meningkatkan daya tahan tubuh) seperti kunyit, temu lawak, dan sambiloto.

''Masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam yang murah, efektif, efisien, dan tanpa efek samping sehingga aman dikonsumsi tiap hari sebagai langkah pencegahan dan pengobatan dini,'' kata akupunkturis ini.

Menurutnya, bagian yang digunakan dari kunyit (Curcuma longa L.) dan temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah rimpangnya. Senyawa yang terkandung dalam rimpang kunyit dan temu lawak adalah kurkumin (zat pewarna kuning).

Kurkumin pada kedua tanaman tersebut mempunyai efek antiperadangan, antioksidan, antibakteri, imunostimulan, sebagai kolagogum (menstimulasi dinding kantong empedu untuk meningkatkan sekresi cairan empedu yang berperan dalam pemecahan lemak), hipolipidemik (menurunkan kolesterol darah), hepatoprotektor (melindungi hati dari zat toksik), dan sebagai tonikum/penyegar.

Kunyit dan temu lawak juga berfungsi sebagai antipiretik (menurunkan panas), mengurangi rasa sakit (analgetuk), melindungi lambung, peluruh haid, laktagoga, dan melancarkan sirkulasi darah. Kunyit juga berfungsi melebarkan saluran pernapasan.

Berdasarkan fungsi tersebut kunyit dan temu lawak mempunyai khasiat pengobatan untuk berbagai penyakit. Di antaranya gejala flu seperti demam, pilek, dan hidung tersumbat. Juga untuk sesak napas, badan terasa lemas, nyeri sendi dan otot, rematik/peradangan sendi, radang lambung, gangguan pendernaan, hepatitis, sakit kuning, kolesterol tinggi, dan hipertensi.

Sifat tonikum pada kunyit dan temu lawak berkhasiat sebagai penyegar dan meningkatkan stamina sehingga badan tidak cepat lelah. Sedangkan sifat imunostimulan berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal berbagai serangan kuman penyebab penyakit, termasuk virus.

Efek antioksidannya berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas yang berbahaya yang dapat emmicu kanker dan penyakit lainnya. ''Efek antioksidan pada kunyit sangat kuat dibandingkan jenis rimpang lainnya, bahkan lebih kuat dari vitamin E,'' kata Hembing. Itu karena kandungan kurkumin kunyit lebih tinggi daripada rimpang lainnya. Bisa dilihat dari daging rimpangnya yang berwarna kuning oranye.

Kurkumin juga mempunyai efek lain. Menurut drh CA Nidom MS, ahli biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Surabaya, kurkumin paa kunyit dan temu lawak mempunyai efek menurunkan sitokin, yaitu protein yang membuat sel-sel kekebalan tubuh berproduksi, tumbuh dan mati. Pada kasus flu burung terjadi peningkatan sitokin secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel dan memperparah kondisi pasien.

Untuk mencegah flu burung dan meningkatkan daya tahan tubuh Hembing mengajukan ramuan tumbuhan obat sebagai berikut.

* 25 gram kunyit + 30 gram temu lawak + 10 gram jahe + 15 gram sambiloto + 60 gram krokot segar dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

* 90 gram daun lidah buaya dikupas kulitnya + 15 gram sambiloto + 25 gram kunyit + 30 gram temu lawak direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

''Mulai lah untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga tubuh dari serangan flu burung dengan meningkatkan daya tahan tubuh, di antaranya dengan memanfaatkan tanaman obat,'' kata penerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Agustus lalu ini.
( cis )

Selasa, 25 Oktober 2005
Herbal Penyelamat Cinderella

Penulis: Samiran, peneliti Tanaman Obat di Pusat Biologi Bidang Botani, LIPI, di Bogor

Sudah tiga hari ini Wimpie terbaring lemah di tempat tidur. Dokter meminta bapak satu anak itu beristirahat beberapa hari, karena merunut hasil tes darah, jumlah trombosit di dalam tubuhnya menurun drastis. "Kalau dalam dua tiga hari kondisi bapak tak juga membaik, harus dirawat di rumah sakit," kata Wimpie, menirukan ancaman dokter.

Terbayang sudah, dia tidak akan bisa mendampingi Cindy, putri tersayang, dalam pementasan drama "Cinderella" di TK sang anak minggu depan. Padahal, itulah kali pertama Cindy mendapat peran utama dalam pementasan drama di sekolahnya.

Selain suhu tubuh naik turun tak keruan, turunnya trombosit, menurut sang dokter, adalah salah satu gejala demam berdarah yang paling gampang ditandai. "Memang baru gejala, tapi jangan anggap enteng. Saya sarankan bapak banyak beristirahat, rajin makan makanan bergizi, dan perbanyak minum air putih," pesan dokter.

Beruntung, tak lama kemudian datang konco akrabnya. "Wim, aku bawa sesuatu untuk kamu. Resep ramuan ini aku dapat saat berkunjung ke tempat sepupuku yang bekerja di Badan Penelitian Tanaman Obat, Bogor. Konon bisa menyembuhkan demam berdarah. Ada baiknya, selain minum obat dokter, kamu juga mencoba ramuan yang sudah diteliti ini," ucap sang teman.

Wimpie yang selama ini ogah-ogahan minum jejamuan, cuma mengangguk lesu. Pikirannya masih melayang, bagaimana jadinya nasib putri Cinderella jika saat mentas nanti tak ditonton papa tercinta?

Rimpang beda warna

Ia sadar betul, sampai saat ini, demam berdarah masih merupakan salah satu penyakit epidemik yang masih sangat ditakuti. Penyakit ini sering mewabah di daerah-daerah yang memiliki sanitasi lingkungan kurang baik. Penyebabnya, kita pasti sama-sama tahu, yakni gigitan nyamuk Aedes aegypti L. yang di dalam tubuhnya sudah kemasukan virus demam berdarah. Sekali menulari, si nyamuk akan menjadi penular sepanjang hidupnya.

Karena di Indonesia penyakit ini saban tahun banyak memakan korban, "Sepupu saya yang bekerja di Balai Penelitian Tanaman Obat (Balitro) Bogor ikut melakukan penelitian untuk menemukan obat mujarab demam berdarah. Minimal meringankan beban penderitanya," cetus teman Wimpie. Si teman lalu menyebut ramuan herbal yang terdiri atas rimpang kunyit (Curcuma longa L.), rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), tanaman meniran (Phillantus urinaria L.), daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji merah (Psidium guajava L.), dan garam secukupnya.

Keenam herbal tersebut diyakini menyimpan khasiat antioksidan, antivirus atau antibakteri, menaikkan jumlah trombosit dalam darah dan menstabilkan tekanan darah. Rimpang kunyit dan temu hitam sendiri termasuk tumbuhan obat dari keluarga temu-temuan. Perbedaan keduanya hanya terdapat pada rimpangnya. Bila dipotong, rimpang kunyit berwarna jingga, sedangkan temu hitam rimpangnya berwarna agak kehitaman.

Rimpang kunyit selama ini dikenal masyarakat sebagai obat penyakit lambung, peluruh keringat, penciut selaput lendir (astringent) pada penderita wasir, obat untuk berbagai jenis penyakit kuning (hepatitis) dan penangkal berbagai penyakit yang diakibatkan oleh gangguan hati lainnya.

Sedangkan sebagai obat luar, ia kerap digunakan untuk penyakit gatal, luka kecil, luka digigit serangga, radang kulit, cacar air, dan bisul bernanah. Rebusan rimpang kunyit banyak juga dimanfaatkan untuk memperbaiki sirkulasi saat menstruasi, untuk membersihkan darah, serta obat infeksi organ perkencingan.

Kadang-kadang, kunyit dipakai juga buat melegakan perut, obat diare, untuk menyembuhkan batuk dan memberantas tuberculosis (TBC). Sebagian masyarakat juga menggunakannya sebagai obat antikejang, radang gusi, insektisida, antijamur, dan bahan obat cacing.

Mencegah oksidasi

Sekarang soal temu hitam. Tanaman ini dikenal di Jawa sebagai temu ireng, sedangkan orang Sunda menyebutnya temu hideung.

Di daratan Cina, rimpang temu hitam kerap dimanfaatkan sebagai obat perut mulas. Sementara di semenanjung Malaysia, telah lama digunakan sebagai obat batuk dan asma. Kadang dipakai juga sebagai tapal oleh penderita sariawan usus. Di Indonesia dan Thailand, rimpang temu hitam juga biasa direbus untuk minum dan tapal wanita setelah melahirkan.

Herbal satu ini kadang digunakan pula sebagai pembersih darah, pelangsing tubuh, penyembuh rematik dan peluruh keringat. Hikino (1985) mengutip Antihepatixic Activity of Crude Drugs menyebutkan, rimpang kunyit dan temu hitam mengandung senyawa curcuminoids, lengkap dengan turunannya seperti diferuloyl methane , desmethoxy-curcumin , dan bidesmethoxy curcumin .

Senyawa-senyawa tersebut dipercaya dapat bertindak sebagai antioksidan yang mencegah oksidasi lemak dan siklus oksidasi dalam trombosit, sehingga menyebabkan turunnya kadar lemak dalam darah dan hati. Senyawa itu juga mencegah keracunan hati (antihepatotoksit), sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan virus.

Kaya akan senyawa perkasa

Selain temuan-temuan di atas, masih ada meniran, yang juga termasuk dalam ramuan penumpas demam berdarah. Di Papua Nugini, rebusan tanaman meniran dianggap manjur sebagai obat cacing. Sedangkan di Brunei Darussalam, orang biasa menumbuk daunnya, lalu mencampurnya dengan santan kelapa, untuk dipakai sebagai obat cacar. Sementara di Kamboja, tanaman dari keluarga Euphorbiaceae (jarak-jarakan) ini dipakai sebagai bahan baku obat malaria. Hussain at. al (1995) dalam Journal of Natural Product menegaskan, meniran mengandung senyawa triterpenoids, flavonoid, tanin, alkaloid, asam fenol, filantin, hipofilantin, dan kalium.

Dalam ilmu farmasi, flavonoid berfungsi sebagai senyawa aktif antiradang, mengurangi rasa nyeri, antitumor, antivirus HIV, antidiare, antikeracunan hati, antijamur, antioksidan, mencegah penyempitan pembuluh darah, merangsang kekebalan dan antiborok/bisul.

Ramuan berikutnya, daun pepaya dan daun jambu biji merah. Tanaman pepaya dikenal sebagai buah yang kaya dengan sumber antioksidan alami, karena kandungan vitamin A, C, dan E-nya. Daunnya juga dikenal sebagai pelunak daging, masyarakat juga sering menggunakan daun pepaya sebagai sayuran yang dianggap ampuh mencegah penyakit malaria. Buahnya, seperti sering kita temui di meja makan, kerap dijadikan suguhan penutup untuk melancarkan buang air besar penderita wasir.

Roth dan Lindolf dalam South American Medicine Plants (2002) menyebut daun pepaya mengandung karpain, senyawa aktif yang berpengaruh pada aktivitas jantung, mengurangi tekanan dalam pembuluh darah, mengurangi frekuensi denyut urat nadi, dan peluruh air seni. Senyawa lainnya, papain, dikenali sebagai senyawa antiradang dan antipenimbunan cairan maupun gas dalam jaringan (antiedemik).

Terakhir, tanaman jambu biji dari jenis yang berdaging berwarna merah, pun sudah sangat tidak asing lagi, karena diakui sebagai sumber vitamin C. Daunnya dikenal sebagai obat diare, karena kaya akan tanin yang bersifat mengecilkan pori-pori selaput lendir. Di samping itu, daunnya juga kaya akan vitamin C yang bersifat antioksidan, antibakteri, antiradang, peluruh cacing, antikuman/virus, tidak menimbulkan muntah, mengeluarkan angin, meredakan kejang, dan sebagai tonik.

Mendengar uraian panjang lebar temannya, semangat Wimpie untuk sehat secepatnya kembali tumbuh. "Jadi benar ramuan ini sudah diteliti di Balai Penelitian Tanaman Obat?" Wimpie mengulang pertanyaan yang hanya perlu dijawab dengan anggukan sang teman. "Apa boleh buat, pahit sedikit enggak masalah, yang penting, Cinderella tetap ceria," putus Wimpie, kali ini di dalam hati.

Meracik Si Antidemam Berdarah

Untuk membuat ramuan herbal antidemam berdarah, ambil rimpang temu hitam dan rimpang kunyit masing-masing sebesar satu jempol, lalu keduanya diiris tipis. Cari juga tanaman meniran yang tingginya sekitar 20 cm sebanyak tiga batang, daun pepaya tua 1 - 2 lembar, daun jambu biji merah 3 - 5 lembar, dan garam secukupnya. Rebus campuran herbal-herbal berkhasiat tadi dengan air sebanyak empat gelas, kemudian disaring. Nah, hasil saringannya diminum setiap empat jam sekali.

Selamat mencoba!

Kompas, 16 Juni 2006
Kunyit, Sahabat Dekat Penghalus Kulit

Kunyit, kunir, atau koneng merupakan tanaman sekeluarga dengan jahe dengan nama latin Curcuma longa Koen atau Curcuma domestica Val. Dari daun sampai ke rimpangnya banyak digunakan untuk bumbu dapur sampai bahan obat.

Sebagai bahan pewarna, rimpangnya sudah sejak dulu dipakai untuk mewarnai kapas, wol, sutera, tikar, dan barang-barang kerajinan lainnya. Juga sebagai pewarna dan penyedap berbagai makanan. Di Eropa, kunyit juga dipakai untuk mewarnai mentega, keju, dan lain-lain. Tepung kunyit juga dipakai di industri kosmetika.

Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi warna kuning pada kunyit. Kurkuminoid ini (kebanyakan berupa kurkumin) menjadi pusat perhatian para peneliti yang mempelajari keamanan, sifat antioksidan, antiinflamasi, efek pencegah kanker, dll, ditambah kemampuannya menurunkan risiko serangan jantung.

Senyawa kurkuminoid telah diteliti kemampuannya untuk melindungi sel-sel, jaringan dan organ tubuh dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas dengan menetralisasi radikal bebas, dan mencegah pembentukan radikal yang baru. Dan dari beberapa referensi pendukung memperlihatkan, dengan adanya antioksidan kunyit, maka kunyit sangat baik untuk kesehatan kulit. Tradisi di kalangan keraton-keraton Jawa, para wanita dan putri-putrinya selalu rutin meminum kunyit asam untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit mereka.

Aktivitas antiinflamasi dari kurkumin juga telah diuji dengan membandingkan kurkumin dengan senyawa steroid dan nonsteroid (fenilbutason) untuk pengobatan rheumatoid arthritis. Kurkumin berpengaruh pada sintesis senyawa yang menjadi penyebab inflamasi dengan cara menghambat biosintesis leukotrien dan berefek pada produksi prostaglandin. Kedua zat ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan panas. Dari studi yang dilakukan terlihat bahwa terjadi perbaikan yang nyata antara kurkumin dan fenilbutason.

Di samping itu, kunyit sebagaimana temulawak juga bermanfaat untuk melindungi hati dan banyak digunakan sebagai makanan pendamping bagi penderita lever.
Untuk pemakaian pada kulit, secara tradisional kunyit banyak dipakai untuk infeksi kulit seperti eksim dan kudis. Juga banyak digunakan untuk memperbaiki pencernaan seperti pengeluaran empedu sehingga mencegah perut kembung. Dalam bentuk salep banyak dipakai untuk mengobati borok, abses, bengkak, dan encok.

Berdasar Farmakope Cina, rimpang kunyit dipakai sebagai obat sakit dada dan perut, lengan sakit, sakit pada saat haid, luka-luka dan borok. Kunyit dianggap sangat mujarab untuk menyembuhkan haid yang tidak teratur, melancarkan aliran darah, melarutkan gumpalan darah dan dijadikan resep untuk mengobati sakit perut.


Tips Membuat Kunyit Asam

Tak sulit membuat ramuan kunyit untuk berbagai keperluan pengobatan. Anda pun bisa membuatnya sendiri. Berikut cara membuat kunyit asam seperti dipaparkan bagian R&D PT SidoMuncul kepada Republika.

Untuk membuat jamu kunyit asam diperlukan bahan 80 gram asam Jawa, 150 gram kunyit, 130 gram gula Jawa, 80 gram gula pasir, garam secukupnya dan satu liter air. Biji asam dibuang, kemudian aduk asam tersebut dengan sedikit air. Kunyit diparut, peras airnya dan diendapkan. Campur air asam dan air kunyit dalam kuali tanah, rebus hingga agak kental, kemudian disaring.

Sedangkan untuk penghilang nyeri atau antiradang, rimpang kunyit sebanyak 20 gram dibuang kulitnya, lalu diparut. Tambahkan dua sendok makan air panas sambil diaduk. Peras dan saring airnya, boleh juga ditambah satu sendok makan madu. Kemudian, diminum sekaligus.
( )
Selasa, 29 April 2003
Kunyit, Sahabat Dekat Penghalus Kulit
Kunyit, kunir, atau koneng merupakan tanaman sekeluarga dengan jahe dengan nama latin Curcuma longa Koen atau Curcuma domestica Val. Dari daun sampai ke rimpangnya banyak digunakan untuk bumbu dapur sampai bahan obat.

Sebagai bahan pewarna, rimpangnya sudah sejak dulu dipakai untuk mewarnai kapas, wol, sutera, tikar, dan barang-barang kerajinan lainnya. Juga sebagai pewarna dan penyedap berbagai makanan. Di Eropa, kunyit juga dipakai untuk mewarnai mentega, keju, dan lain-lain. Tepung kunyit juga dipakai di industri kosmetika.

Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi warna kuning pada kunyit. Kurkuminoid ini (kebanyakan berupa kurkumin) menjadi pusat perhatian para peneliti yang mempelajari keamanan, sifat antioksidan, antiinflamasi, efek pencegah kanker, dll, ditambah kemampuannya menurunkan risiko serangan jantung.

Senyawa kurkuminoid telah diteliti kemampuannya untuk melindungi sel-sel, jaringan dan organ tubuh dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas dengan menetralisasi radikal bebas, dan mencegah pembentukan radikal yang baru. Dan dari beberapa referensi pendukung memperlihatkan, dengan adanya antioksidan kunyit, maka kunyit sangat baik untuk kesehatan kulit. Tradisi di kalangan keraton-keraton Jawa, para wanita dan putri-putrinya selalu rutin meminum kunyit asam untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit mereka.

Aktivitas antiinflamasi dari kurkumin juga telah diuji dengan membandingkan kurkumin dengan senyawa steroid dan nonsteroid (fenilbutason) untuk pengobatan rheumatoid arthritis. Kurkumin berpengaruh pada sintesis senyawa yang menjadi penyebab inflamasi dengan cara menghambat biosintesis leukotrien dan berefek pada produksi prostaglandin. Kedua zat ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan panas. Dari studi yang dilakukan terlihat bahwa terjadi perbaikan yang nyata antara kurkumin dan fenilbutason.

Di samping itu, kunyit sebagaimana temulawak juga bermanfaat untuk melindungi hati dan banyak digunakan sebagai makanan pendamping bagi penderita lever.
Untuk pemakaian pada kulit, secara tradisional kunyit banyak dipakai untuk infeksi kulit seperti eksim dan kudis. Juga banyak digunakan untuk memperbaiki pencernaan seperti pengeluaran empedu sehingga mencegah perut kembung. Dalam bentuk salep banyak dipakai untuk mengobati borok, abses, bengkak, dan encok.

Berdasar Farmakope Cina, rimpang kunyit dipakai sebagai obat sakit dada dan perut, lengan sakit, sakit pada saat haid, luka-luka dan borok. Kunyit dianggap sangat mujarab untuk menyembuhkan haid yang tidak teratur, melancarkan aliran darah, melarutkan gumpalan darah dan dijadikan resep untuk mengobati sakit perut.


Tips Membuat Kunyit Asam

Tak sulit membuat ramuan kunyit untuk berbagai keperluan pengobatan. Anda pun bisa membuatnya sendiri. Berikut cara membuat kunyit asam seperti dipaparkan bagian R&D PT SidoMuncul kepada Republika.

Untuk membuat jamu kunyit asam diperlukan bahan 80 gram asam Jawa, 150 gram kunyit, 130 gram gula Jawa, 80 gram gula pasir, garam secukupnya dan satu liter air. Biji asam dibuang, kemudian aduk asam tersebut dengan sedikit air. Kunyit diparut, peras airnya dan diendapkan. Campur air asam dan air kunyit dalam kuali tanah, rebus hingga agak kental, kemudian disaring.

Sedangkan untuk penghilang nyeri atau antiradang, rimpang kunyit sebanyak 20 gram dibuang kulitnya, lalu diparut. Tambahkan dua sendok makan air panas sambil diaduk. Peras dan saring airnya, boleh juga ditambah satu sendok makan madu. Kemudian, diminum sekaligus.
( )
Selasa, 29 April 2003
Kunyit, Sahabat Dekat Penghalus Kulit
Kunyit, kunir, atau koneng merupakan tanaman sekeluarga dengan jahe dengan nama latin Curcuma longa Koen atau Curcuma domestica Val. Dari daun sampai ke rimpangnya banyak digunakan untuk bumbu dapur sampai bahan obat.

Sebagai bahan pewarna, rimpangnya sudah sejak dulu dipakai untuk mewarnai kapas, wol, sutera, tikar, dan barang-barang kerajinan lainnya. Juga sebagai pewarna dan penyedap berbagai makanan. Di Eropa, kunyit juga dipakai untuk mewarnai mentega, keju, dan lain-lain. Tepung kunyit juga dipakai di industri kosmetika.

Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi warna kuning pada kunyit. Kurkuminoid ini (kebanyakan berupa kurkumin) menjadi pusat perhatian para peneliti yang mempelajari keamanan, sifat antioksidan, antiinflamasi, efek pencegah kanker, dll, ditambah kemampuannya menurunkan risiko serangan jantung.

Senyawa kurkuminoid telah diteliti kemampuannya untuk melindungi sel-sel, jaringan dan organ tubuh dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas dengan menetralisasi radikal bebas, dan mencegah pembentukan radikal yang baru. Dan dari beberapa referensi pendukung memperlihatkan, dengan adanya antioksidan kunyit, maka kunyit sangat baik untuk kesehatan kulit. Tradisi di kalangan keraton-keraton Jawa, para wanita dan putri-putrinya selalu rutin meminum kunyit asam untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit mereka.

Aktivitas antiinflamasi dari kurkumin juga telah diuji dengan membandingkan kurkumin dengan senyawa steroid dan nonsteroid (fenilbutason) untuk pengobatan rheumatoid arthritis. Kurkumin berpengaruh pada sintesis senyawa yang menjadi penyebab inflamasi dengan cara menghambat biosintesis leukotrien dan berefek pada produksi prostaglandin. Kedua zat ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan panas. Dari studi yang dilakukan terlihat bahwa terjadi perbaikan yang nyata antara kurkumin dan fenilbutason.

Di samping itu, kunyit sebagaimana temulawak juga bermanfaat untuk melindungi hati dan banyak digunakan sebagai makanan pendamping bagi penderita lever.
Untuk pemakaian pada kulit, secara tradisional kunyit banyak dipakai untuk infeksi kulit seperti eksim dan kudis. Juga banyak digunakan untuk memperbaiki pencernaan seperti pengeluaran empedu sehingga mencegah perut kembung. Dalam bentuk salep banyak dipakai untuk mengobati borok, abses, bengkak, dan encok.

Berdasar Farmakope Cina, rimpang kunyit dipakai sebagai obat sakit dada dan perut, lengan sakit, sakit pada saat haid, luka-luka dan borok. Kunyit dianggap sangat mujarab untuk menyembuhkan haid yang tidak teratur, melancarkan aliran darah, melarutkan gumpalan darah dan dijadikan resep untuk mengobati sakit perut.


Tips Membuat Kunyit Asam

Tak sulit membuat ramuan kunyit untuk berbagai keperluan pengobatan. Anda pun bisa membuatnya sendiri. Berikut cara membuat kunyit asam seperti dipaparkan bagian R&D PT SidoMuncul kepada Republika.

Untuk membuat jamu kunyit asam diperlukan bahan 80 gram asam Jawa, 150 gram kunyit, 130 gram gula Jawa, 80 gram gula pasir, garam secukupnya dan satu liter air. Biji asam dibuang, kemudian aduk asam tersebut dengan sedikit air. Kunyit diparut, peras airnya dan diendapkan. Campur air asam dan air kunyit dalam kuali tanah, rebus hingga agak kental, kemudian disaring.

Sedangkan untuk penghilang nyeri atau antiradang, rimpang kunyit sebanyak 20 gram dibuang kulitnya, lalu diparut. Tambahkan dua sendok makan air panas sambil diaduk. Peras dan saring airnya, boleh juga ditambah satu sendok makan madu. Kemudian, diminum sekaligus.
MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
oleh Dr Lai Chiu-Nan

Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini,karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. "Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kataDr.Chiu-Nan. "Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal." Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batuempedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesiumsulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu. Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr. Chiu-Nan. "Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

RAMUAN UTK MENINGKATKAN IMUNITAS

Tak perlu jauh-jauh mencari obat. Lihat saja di dapur ada apa? ujar Yellia Mangan, herbalis di Kalibata, Jakarta Selatan. Jahe, kunyit, dan asam dapat diolah menjadi ramuan untuk meningkatkan imunitas. Kunyit berfaedah sebagai antibiotik dan menetralisir racun, jahe untuk menghangatkan tubuh, dan asam sebagai penetralisir lemak. Setelah direndam air garam selama 10 menit, 5 irisan jahe dan 100 gram kunyit dikupas, blender, rebus dalam 1 leter. Saring setelah mendidih dan tambahkan beberapa sendok madu.
Bahan di dapur yang juga menggenjot sistem kekebalan adalah bawang putih. Jika enggan menguyah lantaran meninggalkan aroma tak sedap, iris tipis umbi dan telan bersama air matang.Di dapur masih ada jeruk nipis? Peras 2 buah dan tambahkan madu. Ramuan itu sebaiknya dikonsumsi menjelang tidur.
Rebusan bunga rosela Hibiscus sabdariffa juga cespleng menaikkan sistem kekebalan tubuh. Sekitar 7 bunga berwarna merah itu direbus dalam 1 liter air bersama 2 daun pandan. Kerabat kembang sepatu itu kaya kalori (147,12 kkal) dan vitamin C.

Home Remedies for Gastritis, Gastritis Causes and Symptoms

by John Mathew


Gastritis means “inflammation of the stomach.” In most cases the lining of the stomach, suffer erosion and perforations, sometimes even bleeding. The most common causes of gastritis are alcohol and most pain killers. From aspirin, Advil, Motrin, Nuprin, to Aleve, and many others cause irritation of the gastrointestinal tract and this leads to gastritis and ulcers.

Gastritis can result from any of a number of causes, each of which produces slightly different symptoms and intensity. Several types of medications, including aspirin and anti-inflammatory drugs, can bring on a case of gastritis. Severe emotional or physical stress can also induce gastritis. Other causes of the condition include vitamin B12 deficiency, excessive smoking or alcohol consumption, and a microorganism called Helicobacter pylori.

The symptoms of gastritis depend on how acute it is and how long it has been present. Symptoms of gastritis including is nausea or recurrent upset stomach ,abdominal bloating ,abdominal pain ,vomiting ,indigestion ,burning or gnawing feeling in the stomach between meals or at night, vomiting blood or coffee ground-like material and black, tarry stools.

Home Remedies

This herb is recommended as an effective home remedy, and has been used so from very ancient time. This gives fast relief to gastritis patient. Take 1-2 tablespoon of this herb or its extract 2-3 times a day. Other herbs used for the treatment of gastritis are meadowsweet, chamomile, etc.

Cabbage juice remedy for gastritis - Blend a few leaves of cabbage in half a cup of water and take it on an empty stomach. Papaya and banana smoothie - In a blender, put a few pieces of papaya and a few pieces of banana. Add one cup of milk. Blend and drink.

Gastritis treatment using Rice Rice gruel is another excellent remedy for acute cases of gastritis. One cup of rice gruel is recommended twice daily. In chronic cases where the flow of gastric juice is meagre, such foods as require prolonged vigorous mastication are beneficial as they induce a greater flow of gastric juice.

Potato juice contains the necessary nutrients to relieve the pain associated to gastritis. Just take one-half cup of potato juice three times in a day, more preferably thirty minutes before mealtime. That should keep your gastritis at bay every time you eat.

Application of Hot Compress - Application of heat with a hot compress or hot water bottle, twice a daily, either on an empty stomach or two hours after meals, will give relief to the patient and also help to cure the disease fast.

Use 1 teaspoon of chamomiledried leaves per cup of boiling water and drink this tea daily. Chamomile contains apigenin that inhibits

About the Author
Visit Premature Ejaculation Treatment. Buy Breast Enlargement Cream and Breast Enhancement Products at very less price.

HIDUP SEHAT ALA RASULLULAH SAW

JENIS MAKANAN

Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lainnya. Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU ( contoh : koktail )

CARA MAKAN

JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI , SEBALIKNYA MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.
TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.
JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM . BARANG SIAPA YG TINGGAL MAKAN MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN BERGANDA. Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya... cobalah................................. Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek.... Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.

Dalam al Quran juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

Al-Quran juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat amalan antara lain:

Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.

Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).

Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.

Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan)
Wassalam... Sama-samalah kita mengamalkannya....... WallahuA'lam
Yang Mujarab Lindungi Sendi

Oleh trubuson


Simak laporan WHO ini: 40 persen penduduk dunia berusia di atas 70 tahun akan menderita osteoarthritis lutut. Delapan puluh persen di antaranya mengalami keterbatasan gerak. Sungguh mencengangkan. Sayang, penyakit yang menghantui 50% manula di atas 60 tahun di Indonesia itu masih dipandang sebelah mata.

Penyebabnya memang beragam. Faktor genetis, obesitas, salah berolahraga, hingga pemakaian sepatu bersol tinggi berisiko mengakibatkan osteoarthritis. Yang jelas, belum ada obat ampuh melawan penyakit yang dikenal sebagai pengapuran sendi itu. Penderita akan mengalami nyeri dan linu pada bagian terserang. Banyak kasus terjadi di daerah panggul, jemari, dan lutut.

Osteoarthritis merupakan penyakit penipisan sendi penghubung tulang. Musababnya, kadar glukosamin dan kondroitin dalam tulang rawan menurun. Walhasil, sendi yang semula kenyal, licin, dan halus menjadi kasar, keras, dan kaku. Sendinya mengalami pengerasan yang disebut kalsifikasi. Di Indonesia terjadi salah kaprah yang menerjemahkan kalsifikasi sebagai bentuk pengapuran.

Umummya osteoarthritis menyerang usia lanjut sebagai bagian dari proses penuaan. Beberapa pasien biasanya diobati dengan terapi hormon dan fisioterapi. Pada stadium lanjut, terkadang operasi harus dijalani. 'Fisioterapi tidak akan mengubah proses degeneratif,' tutur dr Zen Djaja di Yogyakarta. Menurutnya dalam jangka panjang fisioterapi justru membuat kerusakan sendi semakin parah.

Yang tidak menyenangkan, pasien harus berkutat dengan obat peredam nyeri nonsteroid. Padahal, bila tidak digunakan dengan bijak, efek selanjutnya bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, terutama tukak lambung. Terapi hormon tak disarankan karena dalam jangka panjang dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon. Karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati.

Temulawak

Herbal alternatif pengobatan yang cenderung aman. Ada beberapa jenis herbal yang dapat dipilih dalam pencegahan dan pengobatan osteoarthritis. Biasanya yang digunakan adalah yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi. Di antaranya temulawak, mengkudu, dan teripang.

Secara turun-temurun temulawak diresepkan sebagai ramuan antipegal linu. Khasiatnya teruji saat Yaya Rukayadi membawa anggota famili Zingiberaceae terbang melintasi samudera menuju Korea Selatan. Di sana, temulawak didaulat menjadi fitofarmaka setelah melalui 10 tahun penelitian. Senyawa xanthorrizhol yang terkandung dalam rimpang kerabat zingiberaceae itu berkhasiat antiinflamasi, antikanker, penyembuh luka, dan penurun kolesterol.

Keampuhan temulawak mengusir peradangan pasien osteoarthritis dibuktikan oleh dr Nyoma Kertia SPPD-KR, spesialis reumatologi dan penyakit dalam. Pada 1997, ia melakukan uji klinis terhadap 22 orang pasien osteoarthritis lutut usia di atas 50 tahun. Dosisnya 15 mg corcominoid dicampur 200 mg minyak asiri temulawak di berikan dua kali sehari selama dua minggu.

Hasilnya sungguh menggembirakan. Berdasarkan gejala klinis, khasiat temulawak itu imbang dengan obat-obatan nonsteroid seperti piroxicam. Piroxicam adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang biasa diberikan sebagai pereda rasa nyeri. Sayang, dalam jangka panjang obat-obatan nonsteroid berefek negatif pada liver, ginjal, dan pencernaan. Temulawak unggul karena tidak memiliki efek toksik. Selain itu harganya murah dan mudah didapat.

'Variabel peradangan seperti angka leukosit dan viskositas cairan menunjukkan cairan sendi mengalami perbaikan,' kata Nyoman. Artinya, temulawak mampu memperlambat proses degeneratif sendi. Selain itu, Curcuma xanthorriza juga memiliki potensi sebagai hepatoprotektor dan kaya antioksidan. Dokter yang gencar mengkampanyekan gerakan nasional minum temulawak setahun terakhir itu masih melakukan penelitian lanjutan.

Mengkudu

Herbal lain yang juga moncer menghadang pengapuran tulang adalah mengkudu. Anggota famili Rubiaceae itu terbukti mengandung zat analgesik scopoletin dan antraquinon yang memiliki efek antihipertensi dan antiradang. Morinda citrifolia juga mengandung asam askorbat, damnacanthal, xeronine, proxeronine, dan serotonin yang berperan dalam metabolisme tubuh. Herbal yang berkhasiat serupa adalah sambiloto.

Tak sudi mengecap pahitnya mengkudu? dr Zen Djaja menyarankan konsumsi teripang, sirip ikan hiu, dan kerang-kerangan yang kaya kondroitin. Kondroitin mampu memperlambat proses osteoarthritis dan bertanggung jawab dalam perbaikan sendi. Tak hanya itu, ia berperan sebagai pelumas yang dapat meringankan nyeri akibat osteoarthritis.

Ekstrak teripang mengandung kolagen, MPS (mucopolusacarida), DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid). 'Kolagen baik untuk peremajaan dan pembentukan sel-sel jaringan ikat,' kata Zen Djaja. MPS dalam bentuk kondroitin sulfat memulihkan sendi dan membangun tulang rawan. Pilih herbal yang mana? Keputusan di tangan Anda. (Andretha Helmina) trubus.com

Uluran Kesembuhan Teh Herbal

Uluran Kesembuhan Teh Herbal


Tangan mungil itu menjumput 3 g butiran teh hitam kering. Ia memasukkannya ke dalam teko dan mendidihkan di atas lidah api. Teh panas itu ia minum sebelum berangkat ke kantor. Itulah ritual Suprihatin setiap pagi dalam 2 tahun terakhir. Ia merasakan manfaatnya, kelenjar tiroid berlebih dan kista rahim hilang tanpa operasi.

Usai melahirkan anak ke-2, Suprihatin bermaksud untuk mengatur jarak kelahiran. Ia mendatangi klinik dan diinjeksi cairan antikesuburan. Sepekan berselang tubuh perempuan kelahiran 5 Mei 1975 itu lunglai dan nyeri. Suprihatin bergegas ke dokter untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan itu. Ahli medis mendiagnosis ia kecapaian. Namun, anehnya gangguan seperti itu kerap datang. Ia kaget ketika mengetahui bobot tubuhnya merosot 18 kg dalam 5 bulan.

Oleh karena itu ia kembali ke dokter. Pemeriksaan lanjutan itu mengungkap nilai thyroid secretor hormone (TSH) Suprihatin pada angka 0. Sedangkan tiroksin T3 dan T4 di atas ambang normal, masing-masing 3,7 mg/ml dan 17,93 ug/dl. Padahal, nilai tiroksin T3 dan T4 normal 0,51- 1,65 mg/dl dan 4,4-12,0 ug/dl. Itu menandakan ia mengidap hipertiroid.

Selama 3 bulan perempuan 32 tahun itu mengkonsumsi obat resep dokter, neometrasol, obat kimia untuk pengidap hipertiroid. TSH, penanda aktivitas kelenjar tiroid tak juga menanjak. Itu sebabnya Suprihatin kerap pingsan, cepat lelah, suhu badan tak stabil, dan sering buang air kecil. 'Degup jantung saya lebih kuat dan cepat,' kata perempuan kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, itu.

Komplikasi

Selama setahun, Suprihatin hidup bersama penyakit akibat kelebihan hormon kelenjar tiroid itu. Padahal, semula dokter yakin penyakitnya bakal lenyap dalam 6 bulan. Oleh karena itu ia melanjutkan konsumsi obat kimia untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dua bulan berselang, suhu tubuhnya justru meningkat dan nyeri terus mendera. Hari-harinya dihabiskan di pembaringan lantaran tubuh lunglai. Lantaran bosan dan tak kunjung sembuh, Suprihatin mencoba teh hitam yang disodorkan kerabatnya, Sunoko. Dengan dorongan ingin sembuh, ia menyeruput segelas teh hitam panas pada pagi dan sore.

Setelah satu bulan mengkonsumsi, Suprihatin merasakan perubahan. Tubuhnya terasa segar tanpa sesak dada yang kerap muncul. Kabar gembira itu juga ditunjang hasil pemeriksaan laboratorium yang membuktikan dirinya terbebas penyakit hipertiroid.

Ampuhnya teh hitam mengatasi penyakit telah ditemukan sejak ribuan tahun silam. Masyarakat Taiwan, Cina, dan Jepang banyak merasakannya. Teh hitam kaya antioksidan untuk membantu menyembuhkan kanker dan gangguan pada organ hati.

'Teh mampu membantu melenyapkan berbagai penyakit lantaran kandungannya yang lengkap,' kata dr Wiliam Adi Teja, doktrer sekaligus herbalis di Jakarta. Kandungannya antara lain polifenol, flavonoid, dan katekin. Polifenol berfungsi menetralisir radikal bebas, sehingga mampu mencegah serangan jantung dan kanker. Flavonoid bersifat sebagai senyawa alamiah antiradang, antibiotik, dan antioksidan. Sedangkan katekin adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E, C, dan betakaroten.

Pegagan

Teh herbal sebutan untuk dedaunan atau bagian tanaman obat lain yang dikeringkan. Untuk meminumnya, konsumen tinggal menyeduhnya, persis daun teh Camelia sinensis. Di pasaran kini tersedia beragam bahan seperti pegagan. Khasiat daun Centella asiatica itu dirasakan Subiakto yang mengidap lever. Nilai SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) 119 U/L dan SPGT (serum glutamic pyruvic transaminase) 232,6 U/L. Kadar normal SGOT hanya 0-37 U/L dan SPGT 0-41 U/L.

Keduanya merupakan parameter fungsi hati. Jika lebih tinggi daripada kisaran itu berarti sel hati rusak berat, seperti dialami Subiakto. Selama sepekan pria kelahiran Jakarta itu terbaring di rumah sakit. Ia mengkonsumsi 2 jenis obat, HP Pro dan Imprek. Kaplet sintesis kimia itu meningkatkan perlindungan agar kerusakan hati tidak bertambah luas. Untuk mempercepat kesembuhan Subiakto rutin memeriksakan diri ke dokter. Namun, hingga 7 bulan mengkonsumsi obat-obatan itu kesembuhan belum juga diraih.

Oleh karena itu pria kelahiran 10 Mei 1975 itu menuruti saran temannya untuk mengkonsumsi daun pegagan. Pada September 2004, setelah 7 bulan mengidap lever, mulailah ia minum seduhan 20 gram daun kaki kuda-sebutan daun pegagan-kering. Dosisnya segelas dengan frekuensi 3 kali sehari. Setelah 5 hari mengkonsumsi ramuan itu, wajahnya yang semula pucat terlihat lebih segar. Sebulan kemudian, ia memeriksakan kesehatan di sebuah laboratorium. Hasilnya menunjukkan seluruh parameter penyakit lever telah normal sehingga Subiakto sembuh.

Pegagan kaya antioksidan, membantu menyembuhkan gangguan hati. Kandungan asam asetat, betakaroten, betakariofilen, betaelemena, betafarsenen, betasisterol, brahminosida, dan segudang senyawa lain efektif menggempur penyakit hati termasuk hepatitis. Selain itu pegagan bisa mengatasi gangguan campak, demam, sakit tenggorokan, dan radang mata merah. Itu karena kandungan antiradang dan antiinfeksinya tinggi. 'Minum teh pegagan pun jadi makin menyenangkan. Selain nikmat juga menyehatkan,' kata Subiakto.

Khasiat terbukti

Sudah lama memang anggota famili Umbelliferae itu berkhasiat sebagai antioksidan, obat kulit, memperbaiki gangguan saraf dan peredaran darah. Menurut Yasir Hassan Siddique periset Aligar Muslim University, pemberian 50 mg/ kg/hari ekstrak pegagan selama 14 hari, meningkatkan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, glutathione peroxidase (GSHPx), dan antioksidan glutathione (GSH).

Uji praklinis juga membuktikan ekstrak pegagan berperan sebagai antigenotoksik terhadap limfosit manusia. Pun meningkatkan aktivitas asetilkoline esterase dalam hipokampus sehingga meningkatkan performa fungsi otak pada tikus muda.

Mahanom Hussin peneliti dari Fakultas Ilmu Pangan dan Bioteknologi Universitas Putra Malaysia, membuktikan ekstrak pegagan menurunkan stres oksidatif. Kadar malonaldehid pada tikus yang diberi ekstrak pegagan amat rendah sehingga mengindikasikan penurunan lipid peroksida.

'Pada usia lanjut, metabolisme lemak cenderung menurun akibat penurunan aktivitas enzim. Itu membuat kadar lipid peroksida dalam darah meningkat,' kata dr Mohamad Soleh MKes yang berpraktek di Bogor. Peningkatan lipid peroksida darah mengakibatkan stres oksidatif. Itu berarti the gotu kola-namanya di India-berkhasiat menjaga stamina tubuh.

Selain pegagan, perdu lain yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati adalah songgolangit. Khasiat ghamra-sebutannya di India-dibuktikan melalui serangkaian riset oleh Vilwanathan Ravikumar. Peneliti Universitas Madras India itu menggunakan liver tikus wistar jantan albino. Satwa pengerat itu diinduksi dengan lipopolisakarida, zat pemicu hepatitis. Sepuluh hari kemudian, tikus-tikus itu diberi ekstrak songgolangit Tridax procumbens. Dosisnya 300 mg/kg bobot tubuh.

Hasilnya, aktivitas enzim penanda hepatitis-aspartat transaminase, alanin transaminase, alkalin fosfat, laktat dehidrogenase, dan gamma glutamyl transferase-yang sempat meningkat, kembali normal. Gulma itu mengandung prokumbetine. Senyawa jenis flavonoid itu merupakan antioksidan penangkal radikal bebas. 'Antioksidan mampu mencegah kolesterol melekat pada pembuluh darah,' kata Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, guru besar Ilmu Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Itu berarti songgolangit dapat menghalau penyakt jantung.

Bunga rosela

Teh herbal lain yang banyak dikonsumsi adalah rosela. Popularitas herbal itu meningkat dalam setahun terakhir. Boleh jadi karena Hibiscus sabdariffa itu multikhasiat. Anggota famili Malvaceae itu berperan sebagai antioksidan, antimutagenik, antikanker, hipolipidemik, dan hepatoprotektor. Ir Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, menemukan kadar antioksidan mencapai 1,7 mmmol/prolox. Antioksidan berfungsi menghilangkan sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel. Selain itu, 'Rosela memiliki efek antikanker,' ujar Didah.

Penyakit lain seperti hipertensi dan kolesterol pun mampu diredamnya. Itu bukan isapan jempol, tetapi dibuktikan melalui uji sahih. Tercatat 42 pasien yang rutin mengkonsumsi ekstrak rosela dalam kapsul 500 mg, tokcer menurunkan kadar kolesterol. Mereka berusia 18-75 tahun semula berkadar kolesterol 175-327 mg/dl. Sebulan menyeruput seduhan rosela kolesterol dalam darah kembali normal.

Hasil itu ditunjang uji klinis oleh sekolah keperawatan Chung Shan Medical University. Kesimpulannya konsumsi 1 g ekstrak kapsul bunga rosela setiap hari selama sebulan, efektif menurunkan kolesterol hingga 12%.

Hasil uji nutrisi menunjukkan kapsul ekstrak rosela itu mengandung 20,1 mg anthosianin, 10 mg flavonoid, dan 14 mg polifenol.

Kerabat bunga sepatu yang berkembang di Afrika itu juga tokcer mengatasi hipertensi. Itu dibuktikan oleh F B O Mojiminiyi periset Departemen Fisiologi, Usman Danfodio University, Sokoto, Nigeria. Ia memanfaatkan 72 tikus wistar jantan berbobot 200-216 g yang terbagi dalam 12 kelompok. Masing-masing kelompok tikus diinduksi zat pemicu hipertensi dan tambahan 8% garam dalam pakan, serta 50 mg nitrit oksida sintesis per kg bobot tubuh. Pemberian pemicu hipertensi itu selama 5 pekan.

Setelah itu satwa percobaan diberi ekstrak cair rosela dengan dosis 1 mg, 5 mg, 25 mg, dan 125 mg per kg bobot tubuh. Hasilnya, tekanan darah tikus yang diberi ekstrak rosela dosis 125 mg/kg turun hingga 2,5 kali dibanding kelompok kontrol. Mekanisme efek antihipertensi kelopak bunga rosela ditelusuri dengan mengisolasi cincin aorta pada tikus yang menderita hipertensi spontan. Ekstrak rosela ternyata memperbaiki respon vasodilator cincin aorta. Vasodilator adalah fungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar peredaran darah.

Beragam

Ramuan teh herbal lain, ekstrak daun dewa Gynura segetum, sangat cocok untuk penderita tuberkulosis. Sebab, daun dewa bersifat antimikroba yang sanggup menggempur kuman penyebab gangguan paru-paru. Ia istimewa lantaran rasanya manis dengan sensasi dingin menyentuh lidah.

Jadi, jika letih karena stamina menurun, jangan sungkan-sungkan menyeduh teh herbal. Teh pegagan, rosela, atau teh daun dewa beberapa pilihan. Hanya saja tanaman mesti memenuhi persyaratan khusus sebelum diracik. Daun atau buah mesti segar, berwarna hijau tua, berukuran maksimal, dan tidak cacat karena terserang hama dan penyakit. (Andretha Helmina & Vina Fitriani)

Senin, 29 Oktober 2007 16:03:16 trubus.com

Herbal Skin Care Provides Natural Protection

by Mei Susanti

The idea of using plant based substances to help maintain healthy looking skin is not new as herbal skin care is believed to have been in use by the ancient Egyptians, Chinese and Indian thousands of years ago. However, the idea of picking up a plant and rubbing all over their face and other areas of the body may not be appealing to everyone. Besides, if they don't know what they are looking for, there is a risk of accidentally grabbing a handful of poison ivy, this can be very damaging to your body and skin.

With today advanced laboratory, various popular herbs like aloe vera, basil, turmeric, ginseng, sage, rosemary, chamomile, calendula, saffron, etc. are now being increasingly used in the manufacture of skin care products. These herbs are known to have great healing and rejuvenating properties for the skin. But, it is not the plant that provides the benefits for herbal skin care but rather the oils in specific plants that can rejuvenate the skin.

Herbal skin care products are effective in replenishing the body's diminishing supply of retinol and collagen. They're also effective in keeping the skin smooth and wrinkle free while maintaining its elasticity. Furthermore, plant based products provide natural protection and are generally a lot safer to use than products that contain artificial preservatives.

Of course understanding the root cause of your skin problem is crucial for effective skin care. There are many factors that can cause skin problem. For example, lacking essential vitamins in your daily diets can have negative consequences on your skin. Sometimes it can be due to the ingredients used in a particular skin care product that is causing the problem.

The main idea of herbal skin care is to provide natural protection and avoid ingredients that can harm the skin. However, finding the right herbal skin care product for the right skin type can take some times and trials and errors. Discuss with the habalist until you find one that suits your skin type.

The three main steps for maintaining a beautiful skin always consist of cleanse, tone, and moisturize. Talk to a certified herbalist to come up with the herbal skin care products for each step that are right for your skin type. Finding the right products for these three steps and having a healthy diet are the best ways to have a beautiful and healthy skin inside out.

About the Author

For more tips and information about natural skin care tips, please visit our skin care website. You can also download our new report for FREE.
Kelopak Merah Penolak Kanker

Oleh trubuson
Sabtu, 01 Desember 2007 15:28:25



Ingat kenaf alias rosela Hibiscus cannabinus? Tanaman kaya serat itu terkenal sebagai bahan baku tali dalam pembuatan karung goni. Sayang, fungsi itu sudah tergantikan serat sintetis. Kini giliran kerabatnya Hibiscus sabdariffa yang mencuat. Bukan sebagai karung tapi minuman kesehatan kaya antioksidan pencegah kanker.

Sebelumnya rosela merah Hibiscus sabdariffa jarang dikenal orang lantaran kalah pamor dibanding kenaf. Namun setelah ditemukan faedahnya, rosela pun menjadi minuman ringan favorit di rumah. Cara menyajikannya mudah, cukup dengan merebusnya hingga mendidih. 'Jika rutin diminum, ada banyak khasiat yang bisa diperoleh,' kata Ir Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor.

Sepanjang 2006, Didah meneliti kandungan antioksidan pada teh kelopak merah itu. Hasilnya, roselle-sebutan rosela di Amerika-terdapat 1,7 mmmol/prolox antioksidan. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal. Itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosela menjadi 1,5 gram bubuk dan diberi air 200 ml. Lantas, hasilnya dimasukkan ke spektrofotometer. Alat itu menganalisis seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan larutan.

Antikanker

'Dengan adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan,' kata Didah. Itu sebabnya rosela memiliki efek antikanker. Yang paling berperan adalah antosianin. Antosianin berperan menjaga kerusakan sel akibat peyerapan sinar ultraviolet berlebih. Ia melindungi sel-sel tubuh dari perubahan akibat radikal bebas.

Pembuktian khasiat antikanker oseile rouge-sebutan rosela di Perancis-tak cuma di Indonesia. Di luar negeri, penelitiannya sudah banyak. Salah satunya hasil penelitian Hui-Hsuan Lin dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University, Taichung, Taiwan. Ia membuktikan karkadeh-sebutan rosela di Sudan-bersifat antikanker lambung manusia. Penelitiannya menemukan antioksidan rosela membunuh sel kanker dengan metode sitotoksis dan apoptosis.

Lain dengan penelitian De-Xing Hou di Jepang. Peneliti Department of Biochemical Science and Technology, Faculty of Agriculture, Kagoshima University, Jepang itu menemukan delphinidin 3-sambubioside, antosianin rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukemia. Cara kerjanya dengan menghambat terjadinya kehilangan membran mitokondria dan pelepasan sitokrom dari mitokondria ke sitosol.

Cara lain menemukan senyawa aktif zuring-sebutan rosela di Belanda-ditempuh John McIntosh. Periset dari Institute of Food, Nutrition and Human Health, Massey University, Selandia Baru itu mengekstrak rosela dengan mengeringkan kelopak bunga pada suhu 50oC selama 36 jam. Tiga gram hasil pengeringan rosela diencerkan dalam 300 ml air. Larutan itu dimasukkan ke tabung spektofotometer dan diuji dengan panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan rosela mengandung 51% antosianin dan 24% antioksidan lain.

Beragam

Khasiat rosela tak sebatas antikanker. Fungsi rosela sebagai antikejang otot diteliti M. B. Al, ahli tanaman Medicinal and Aromatic Herbs Research Institute, National Council for Research Khartoum, Sudan. Hasil injeksi 2,5 ml ekstrak gerusan 125 mg rosela kering terbukti menghambat kejang pada berbagai otot. Antara lain, otot aorta kelinci, otot rahim tikus, otot diafragma pada babi, dan perut rahim katak.

Injeksi ekstrak rosela itu bagai anestesi. Sebab, tekanan darah langsung turun, kejang otot pun musnah. 'Makanya, orang yang meminumnya langsung terasa segar dan hilang dari kepenatan. Terutama untuk pengidap darah tinggi,' kata Dewani, herbalis Planta Medika Loka, di Lentengagung, Jakarta Selatan.

Utami merasakan langsung khasiat rosela untuk menurunkan tekanan darah tingginya yang telah diidap selama 5 tahun. Ibu 2 anak itu kerap pusing, mual, dan panas di kepala. Lantaran menganggapnya sebagai sakit kepala biasa, karyawati sebuah bank swasta di Jakarta itu hanya mengkonsumsi obat-obatan warung. Lama-kelamaan nyeri kepala semakin parah. 'Seperti di pukul palu,' katanya. Itu disertai mual dan muntah. Belum lagi dada sesak dan panas yang membuatnya sulit beristirahat. Tidur pun menjadi mahal.

Penderitaan itu dilakoni selama 1 tahun. Hingga pada 2002, ia berkonsultasi ke ahli medis. Dokternya memberikan obat agar tekanan darah tak melonjak. Selama lima tahun wanita kelahiran 17 April 1970 itu bergantung pada obat kimia resep dokter.

Barulah pada awal Februari 2007, temannya menyodorkan teh hangat berwarna merah. Tanpa mengetahui khasiatnya, Utami rutin mengkonsumsi teh vinagreira-rosela dalam bahasa Portugis-lantaran menyukai rasanya. Setelah mengkonsumsi, Utami merasa lebih tenang lantaran kekakuan saraf dan ketegangan leher akibat hipertensi hilang. Merasa lebih bugar dan nyenyak tidur, Utami memeriksakan diri ke dokter. Terbukti, setelah satu bulan mengkonsumsi rosela, tekanan darahnya turun 65 poin, dari 215 mmHg menjadi 150 mmHg.

Penjaga hati

Chau-Jong Wang, dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, College of Medicine, Chung Shan Medical University, Taichung, Taiwan menemukan khasiat lain rosela. Hasil penelitiannya ekstrak rosela kering melindungi liver tikus yang telah diinduksi carbon tetrachloride (Ccl4), perusak hati.

Setelah diberikan 1-5% rosela selama 9 minggu, kerusakan hati seperti steasis dan fibrosis turun. Metode kerjanya menurunkan aspartate aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT), memperbaiki jumlah glutationin yang berkurang, serta menghambat meningkatnya jumlah lemak peroksida akibat injeksi perusak hati.

'Tak hanya antosianin yang terkandung, berbagai zat gizi lengkap ada dalam rosela,' kata Didah. Dalam 100 gram rosela kering mengandung sejumlah asam amino dan mineral yang diperlukan tubuh. Seperti protein 1,145 g, lemak 2, 61 g, serat 12,0 g, kalsium 1.263 mg, fosfor 273,2 mg, besi 8,98 mg, karoten 0,029 mg, tiamin 0,117 mg, riboflavin 0.277 mg, dan niasin 3,765 mg.

Sedangkan asam lemaknya ada 18, seperti asam askorbat 6,7 mg, arginin 3,6 mg, sistein 1,3 mg, histidin 1,5 mg, isoleusin 3,0 mg, leusin 5,0 mg, lisin 3,9 mg metionin 1,0 mg, fenilalanin 3,2 mg, threonine 3,0 mg, tryptophan 2,2 mg, valine 3,8 mg, asam aspartat 16,3 mg, asam glutamat 7,2 mg, alanin 3,7 mg, glisin 3,8 mg, proline 5,6 mg, dan serin 3,5 mg.

Dengan segudang gizi itu, tak salah bila orang di berbagai belahan dunia seperti China, Mesir, Sudan, Jerman, dan Belanda menyematkannya sebagai salah satu panasea mujarab. (Vina Fitriani) trubus.com